Betapa Bersejarahnya Museum Geologi Bandung

Bangunan Bersejarah Museum Geologi Bandung miliki energi tarik para wisatawan lokal maupun mancanegara. Pemerintah mendirikan museum Geologi pada tanggal 16 Mei 1928 kemudian direnovasi bersama dengan bantuan berasal dari Jepang sehingga sekarang selamanya didalam keadaan baik sebagai area wisata anak di bandung yang recoemended untuk dikunjungi. Setelah direnovasi Museum Geologi mampu dikunjungi sehabis diakses ulang oleh Megawati Soekarno Putri tanggal 23 Agustus 2000.

Setelah mengalami renovasi, Museum Geologi diakses ulang dan diresmikan oleh Wakil Presiden RI, Megawati Soekarnoputri pada tanggal 23 Agustus 2000. Sebagai tidak benar satu monumen bersejarah, museum berada di bawah bantuan pemerintah dan merupakan peninggalan nasional. Dalam Museum ini, tersimpan dan dikelola materi-materi geologi yang berlimpah, seperti fosil, batuan, mineral. Kesemuanya itu dihimpun sepanjang kerja lapangan di Indonesia sejak 1850. Kondisi saat ini pun tidak jauh berbeda dengan Museum Fathahillah Jakarta yang juga ada sejak zaman penjajahan.

Sejarah Dari Museum Geologi, Bandung Sejak Zaman Penjajahan

Sebagai akibat berasal dari kekalahan pasukan Belanda berasal dari pasukan Jepang pada perang dunia II, keberadaan Dienst van den Mijnbouw berakhir. Letjen. H. Ter Poorten (Panglima Tentara Sekutu di Hindia Belanda) atas nama Pemerintah Kolonial Belanda menyerahkan kekuasaan teritorial Indonesia kepada Letjen. H. Imamura (Panglima Tentara Jepang) pada tahun 1942. Penyerahan itu dilakukan di Kalijati, Subang. Dengan masuknya tentara Jepang ke Indonesia, banyak warga Indonesia mengetahui bagaimana cara berjudi yang kini ada di daftar sbobet.

Gedung Geologisch Laboratorium berubah kepengurusannya dan diberi nama KOGYO ZIMUSHO. Setahun kemudian, berubah nama jadi CHISHITSU CHOSACHO. Selama masa pendudukan Jepang, pasukan Jepang edukatif dan melatih para pemuda Indonesia untuk menjadi: PETA (Pembela Tanah Air) dan HEIHO (pasukan pembantu bala tentara Jepang pada Perang Dunia II). Laporan hasil aktivitas pada masa itu tidak banyak yang ditemukan, dikarenakan banyak dokumen (termasuk laporan hasil penyelidikan) yang dibumihanguskan tatkala pasukan Jepang mengalami kekalahan di mana-mana pada awal tahun 1945.

Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, pengelolaan Museum Geologi berada dibawah Pusat Djawatan Tambang dan Geologi (PDTG/1945-1950). Pada tanggal 19 September 1945, pasukan sekutu pimpinan Amerika Serikat dan Inggris yang diboncengi oleh Netherlands Indiƫs Civil Administration (NICA) tiba di Indonesia. Mereka mendarat di Tanjungpriuk cakrabet slot, Jakarta. Di Bandung, mereka berupaya menguasai ulang kantor PDTG yang sudah dikuasai oleh para pemerintah Indonesia. Tekanan yang dilancarkan oleh pasukan Belanda memaksa kantor PDTG dipindahkan ke Jl. Braga No. 3 dan No. 8, Bandung, pada tanggal 12 Desember 1945.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *