Arsip Kategori: Museum

Sejarah Pembuatan Museum Beatles Story Yang Mendunia

Sejarah Pembuatan Museum Beatles Story Yang Mendunia

Sejarah Pembuatan Museum Beatles Story – Hari ini 40 tahun yang lalu, atau tepat pada tanggal 8 Desember 1980, Musisi John Lennon yang terkenal itu dibunuh oleh tembakan yang dilakukan oleh Mark David Chapman. Vokalis band The Beatles selama hidupnya dikenal sebagai angka cerdas untuk membuat lagu. Penembakan itu terjadi aturan-aturan dalam museum yang harus kamu patuhi penyanyi yang juga seorang aktivis La Paz memasuki gedung apartemen mewahnya di Manhattan, New York. Apa yang menyebabkan kekhawatiran itu, sosok Chapman (25) yang memecat peluru di tubuh Lennon ternyata tidak lebih dari sekadar penggemar beratnya sendiri.

Dikutip dari biografi, dalam sebuah wawancara dengan musik batu bergulir 3 hari sebelum kematiannya, atau pada 5 Desember 1980, Lennon mendistribusikan pesan bijak. “Beri dia kesempatan damai, jangan membubuhkan orang-orang atas nama perdamaian, yang kita butuhkan hanyalah cinta, kurasa,” kata Lennon.

The Beatles sangat prihatin dengan Tuhan mereka, bahkan lagu-lagu mereka dinyanyikan oleh fanatik mereka yang tidak hanya orang dewasa, tetapi juga kepada remaja, dan kemudian, tidak, kejutan bahwa museum di Inggris selalu menarik perhatian. Siapa yang tidak tahu sosok John Lennon? Pecinta musik pasti tidak diketahui dengan band Inggris legendaris, The Beatles juga, kan?

Sejarah Pembuatan Museum Beatles Story | Museum Terfavorit Di Liverpool

Nama The Beatles sangat populer di dunia musik, tetapi tidak banyak orang yang tahu bahwa The Beatles adalah pelopor pertama dari band Inggris yang berhasil bersaing dengan peluncur dunia izin internasional. Keras fanatik, Beatles ada di mana-mana dan umum dengan “beatlanemania”, tidak hanya di Inggris tetapi di seluruh dunia yang sama halnya dengan agen sbobet login dan berbagai usia dan kelas strata. Meskipun masa kejayaan Beatles berada pada 1960-an, tetapi The Beatles selalu tetap dalam emas dari waktu ke waktu.

Terletak di area Liverpool, Inggris, ada Museum Cerita Beatles, yang terletak di Jalan Albert Dock, Liverpool, museum ini akan mengundang Anda untuk mengingat Heyan Sejarah Beatles. Musik The Beatles dapat sangat dikenal, sangat memengaruhi sejarah musik dunia. Siapa yang tidak tahu band ini hidup oleh 4 orang, kan? Oke, mari kita mulai dengan lagu-lagu paling populer: Saya ingin mengambil tangan Anda, membiarkannya, Penny Lane, kemarin.

Aturan Aturan Dalam Museum Yang Harus Kamu Patuhi

Aturan Aturan Dalam Museum Yang Harus Kamu Patuhi

DATANG ke museum tidak serupa mendatangi mall. Ada ketentuan yang mesti dipatuhi oleh pengunjungnya. Meskipun anda sebetulnya sedang berwisata tapi ketentuan yang ada di museum mesti senantiasa diikuti. Apalagi bila museum itu miliki koleksi benda kuno dan langka, keliru sedikit saja berakibat fatal.

Aturan Aturan Dalam Museum Yang Harus Kamu Patuhi

Museum jadi keliru satu tempat untuk menaruh benda-benda peninggalan bersejarah, langka dan antik, karya seni serta beragam penemuan. Sebagian besar benda yang dipajang di museum pasti dapat diberi pembatas atau di tempatkan di kotak kaca. Hal berikut ditujukan untuk memelihara benda di museum senantiasa safe dan utuh.

1. Dilarang mempunyai makanan dan minum berasal dari luar

Peraturan ini pastinya tak asing lagi kecuali kami berkunjung pada tempat yang sebetulnya memelihara kebersihannya . Biasanya para tamu tidak di ijinkan mempunyai makanan dan minuman berasal dari luar, baik berukuran kecil atau besar. Selain untuk memelihara kebersihan juga untuk perawatan benda-benda yang jadi koleksi museum.

2. Dilarang mengfungsikan flash

Dibeberapa museum naisonal terbaik saat ini memilki seni tidak dijijnkan untuk mengfungsikan flash kamera. Mengapa? Penggunaan flash sanggup melunturkan warna berasal dari seni yang dipajang. Oleh sebab itu bagi kalian yang mendambakan berfoto sebaiknya mengecek lagi mode flash pada ponsel kecuali kalian tidak mendambakan kena tegur..

3. Dilarang menyentuh koleksi museum

Sudah jadi kebijakan dari link bobet terpercaya atau yang dihampir seluruh museum bahwa koleksi yang dipamerkan dilarang untuk disentuh. Ini sebab untuk memelihara keutuhan benda yang dipamerkan. Apalagi pada museum seni, karya-karya aseni yang telah tua sangat rapuh dan memerlukan perawatan yang rumit.

4. Membawa tas punggung besar (koper)

Sebagian besar museum tidak memperbolehkan para pengunjung untuk mempunyai tas punggung besar atau koper ke dalam museum. Karena bersama mempunyai tas besar dapat mengambil alih sangat banyak ruang, koper bersama roda sanggup merusak lantai, menjatuhkan artefak miliki nilai dan menggangu pengunjung lain. Mungkin ada sebagian museum yang menyediakan loker untuk menaruh tas Anda.

5. Merokok

Jangan pernah merokok di dalam museum, sebab asap rokok sanggup mengganggu kenyamanan pengunjung lain. Asap rokok juga sanggup mengurangi pandangan di dalam ruangan, belum lagi abu rokok yang sanggup berjatuhan tentang benda artefak atau karya seni atau apalagi memicu kebakaran. Lebih baik Anda merokok di luar gedung museum.

National Museum of the American Indian, Museum Dengan Segala Sejarah Suku Indian

The Museum Nasional Indian Amerika adalah museum di Amerika Serikat yang dimaksudkan untuk budaya masyarakat adat di Amerika. Itu adalah bagian berasal dari kelompok museum dan pusat penelitian Lembaga Smithsonian. Museum ini miliki tiga fasilitas. Museum Nasional Indian Amerika di National Mall di Washington, DC, dibuka terhadap tanggal 21 September 2004, di Fourth Street dan Independence Avenue, Southwest. Tidak seperti museum victoria gallery di Liverpool, museum ini dikhususkan untuk mempelajari sejarah dari suku Indian.

The George Gustav Heye Pusat. Sebuah museum permanen terletak di Alexander Hamilton US Custom House di New York City. Pusat Sumber Daya Budaya, sarana penelitian dan koleksi, terletak di Suitland, Maryland. Fondasi untuk koleksi ini pertama kali dirakit di bekas Museum Indian Amerika di New York City, yang didirikan terhadap tahun 1916, dan yang jadi bagian berasal dari Smithsonian terhadap tahun 1989.

Sejarah National Museum of the American Indian

Menyusul kontroversi atas penemuan oleh para pemimpin India bahwa Smithsonian Institution menaruh lebih berasal dari 12.000–18.000 sisa-sisa India, lebih dari satu besar di gudang, Senator Amerika Serikat Daniel Inouye memperkenalkan Museum Nasional Undang-Undang Indian Amerika terhadap tahun 1989. Disahkan sebagai Hukum Publik 101-185, ia mendirikan Museum Nasional Indian Amerika sebagai “peringatan hidup bagi Penduduk Asli Amerika dan kebiasaan mereka”.

Undang-undang berikut terhitung mensyaratkan agar jenazah, benda pemakaman, benda sakral, dan benda warisan budaya dipertimbangkan untuk dipulangkan ke masyarakat suku, serta benda yang diperoleh secara ilegal. Sejak tahun 1989, Smithsonian udah memulangkan lebih berasal dari 5.000 jenazah – kurang lebih 1/3 berasal dari perkiraan total jenazah manusia di dalam koleksinya.

Pada tanggal 21 September 2004, untuk peresmian Museum, Senator Inouye berpidato di hadapan kurang lebih 20.000 orang Indian Amerika, Penduduk Asli Alaska, dan Penduduk Asli Hawaii, yang merupakan pertemuan terbesar masyarakat asli di Washington DC terhadap masanya. Didalam museum ini terisi oleh berbagai alat serta benda yang penduduk asli gunakan, bahkan terdapat beberapa permainan yang mereka mainkan sebagai game betting seperti sbobet.

Penciptaan museum mengumpulkan koleksi Pusat George Gustav Heye di New York City, yang didirikan terhadap tahun 1922, dan Lembaga Smithsonian. Koleksi Heye jadi bagian berasal dari Smithsonian terhadap bulan Juni 1990, dan mewakili kurang lebih 85% berasal dari kepemilikan NMAI. Koleksi Heye pada mulanya dipajang di Audubon Terrace di Uptown Manhattan, tapi udah lama mencari gedung baru.

Museum Indian Amerika memperhitungkan pilihan untuk bergabung bersama dengan Museum of Natural History, terima sumbangan besar berasal dari Ross Perot untuk di tempatkan di gedung museum baru yang akan dibangun di Dallas, atau tukar ke US Customs House. Heye Trust memasukkan pembatasan yang mengharuskan koleksi berikut dipajang di New York City, dan memindahkan koleksi ke Museum di luar New York menyebabkan pertentangan substansial berasal dari politisi New York.

Pengaturan sementara ini mewakili kompromi politik antara mereka yang menginginkan menaruh Heye Collection di New York, dan mereka yang menginginkannya jadi bagian berasal dari NMAI baru di Washington, DC. NMAI awalnya bertempat di Manhattan bagian bawah di Alexander Hamilton US Custom House, yang udah direnovasi untuk obyek ini dan senantiasa jadi web site pameran; gedungnya di Mall di Washington, DC dibuka terhadap tanggal 21 September 2004.

Mengungkap Sejarah Museum Fatahillah Indonesia

Sejarah Museum Fatahillah – Jakarta sebagai ibukota Republik Indonesia telah menyimpan sejarah cerita yang sangat panjang, bahkan untuk masa prasejarah. Kita masih bisa belajar kisah ini dan menikmati sejauh ini di Museum Fatahillah, yang terletak di Museum Nasional Indonesia daerah kota tua, atau tepatnya di Jalan Taman Fatahillah No. 2, Jakarta Barat. Di sini Anda dapat menavigasi melalui berbagai peninggalan bersejarah kota Jakarta sejak waktu prasejarah, Apogee dari pelabuhan Sunda Kelapa, era pekerjaan, hingga momen setelah kemerdekaan.

Mengungkap Sejarah Museum Fatahillah Indonesia

Bangunan museum yang saat ini berdiri awalnya merupakan balai kota (Stadhuis) diresmikan oleh Gubernur Jenderal Abraham van Riebeeck pada 1710. Pembangunan gedung ini sendiri telah dimulai di era Gubernur Jenderal Jan Pieterson Coen, pada tahun 1620. Status Bumi Jakarta adalah labil yang membuat bangunan yang jatuh, jadi ada beberapa upaya restorasi untuk peresmian beberapa kali.

Di masa depan, bangunan ini telah mengalami fungsi transisi beberapa kali. Bangunan telah diselesaikan, antara lain, sebagai Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Occidental (1925-1942), Kantor Kompilasi Logistik Dai Nippon (1942-1945), Komando Militer Kota / Kodim Hefasters 0503 Jakarta Barat (1952-1968).

Sejarah Museum Fatahillah | Saksi Bisu Pembantaian

Pada tanggal 27 April 1626, Gubernur Jenderal Pieter de Carpentier (1623-1627) memutuskan untuk membangun gedung balai kota baru dan kemudian direnovasi pada 25 Januari 1707 selama pemerintahan Gubernur Jenderal Joan Van Hoorn dan akhirnya diperpanjang pada 10 Juli. 1710 Di gubernur masa depan Jenderal Abraham van Riebeeck.

Sejarah Museum Fatahillah Saksi Bisu Pembantaian

Selain menjadi balai kota, bangunan ini juga berfungsi sebagai daftar sbobet login Indonesia, kantor pendaftaran sipil, di mana penduduk menyukai hari Minggu dan Dewan Kota (College Van Scheppen). Pada tahun 1925-1942, bangunan ini juga digunakan sebagai kantor pemerintah provinsi Jawa Occidental dan pada tahun 1942-1945 yang digunakan untuk pengumpulan logistik Dai Nippon Office. Pada tahun 1952 itu digunakan sebagai markas militer kota (KMK), yang kemudian menjadi Kodim 0503 Jakarta Barat. Setelah itu, pada tahun 1968, bangunan itu dikirim ke pemerintah daerah DKI Jakarta dan kemudian digunakan sebagai museum pada tahun 1974.

Untuk perkembangannya, Bangunan Balai Kota dimulai pada 1620, yaitu, pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal, Jan Pieterson Coen. Sebelum meresmikannya sepenuhnya, museum ini mengalami proses restorasi selama beberapa kali. Setelah diresmikan, bangunan yang dapat bertemu di daerah Kota Tua juga memiliki beberapa perubahan dan fungsi transfer.

Museum Nasional Indonesia

Museum Nasional Indonesia

Cikal bisa museum ini bermunculan tahun 1778, tepatnya tanggal 24 April, pada kala pembentukan Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen. J.C.M. Radermacher, ketua perkumpulan, menyumbang suatu perjudian terbesar yang memberikan fasilitas daftar sbobet terpercaya ! Dan berada di gedung yang berlokasi di Jalan Kalibesar beserta bareng dengan koleksi kitab dan benda-benda kebiasaan yang nanti jadi basic guna pendirian museum.

Sejarah Museum Nasional

Museum Nasional Indonesia

Pada masa pemerintahan Inggris (1811-1816), Sir Thomas Stamford Raffles yang tergolong adalahdirektur dari Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen menyuruh pembangunan gedung baru yang terletak di Jalan Majapahit No. 3. Gedung ini dipakai tidak lain adalah museum sebagai saksi sejarah paling fenomenal dan ruang pertemuan guna Literary Society (dahulu mempunyai nama “Societeit de Harmonie”.) Lokasi gedung ini ketika ini jadi anggota dari perumahan Sekretariat Negara.

Pada tahun 1862, sehabis koleksi mengisi museum di Jalan Majapahit, pemerintah Hindia Belanda menegakkan gedung yang sampai kini tetap ditempati. Gedung museum ini dimulai untuk umum pada tahun 1868.

Setelah kebebasan Indonesia, Lembaga Kebudayaan Indonesia yang mengelola memberikan museum tersebut untuk pemerintah Republik Indonesia, tepatnya pada tanggal 17 September 1962. Sejak tersebut pengelolaan museum dibayar oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan, di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Mulai tahun 2005, Museum Nasional sedang di bawah pengelolaan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata sehubungan bareng dengan dipindahnya Direktorat Jenderal Kebudayaan ke lingkungan kementerian tersebut.

Museum Gajah Yang Menjadi Alternatif Museum Sejarah

Museum Gajah tidak sedikit mengoleksi benda-benda kuno dari semua Nusantara. Antara beda yang tergolong koleksi ialah arca-arca kuno, prasasti, benda-benda kuno lainnya dan dagangan kerajinan. Koleksi-koleksi itu dikategorisasikan ke didalam etnografi, perunggu, prasejarah, keramik, tekstil, numismatik, relik sejarah, kitab langka dan benda berharga.

Catatan di website Museum Nasional Republik Indonesia pada tahun 2001 tunjukkan bahwa koleksi telah capai 109.342 buah. Jumlah koleksi itulah yang merangsang museum ini dikenal sebagai yang terlengkap di Indonesia. Pada tahun 2006 kuantitas koleksi museum telah melebihi 140.000 buah, meskipun melulu sepertiganya yang mampu ditunjukkan kepada khalayak.

Sebelum gedung Perpustakaan Nasional RI yang terletak di Jalan Salemba No. 27, Jakarta Pusat didirikan, koleksi Museum Gajah termasuk mencakup naskah-naskah skrip kuno. Naskah-naskah itu dan koleksi perpustakaan Museum Gajah lainnya kini ditabung di Perpustakaan Nasional.

Sumber koleksi tidak sedikit berasal dari ekskavasi arkeologis, hibah tukang koleksi sejak masa Hindia Belanda dan pembelian. Koleksi keramik dan koleksi etnografi Indonesia di museum ini lumayan lengkap.

Koleksi yang menarik ialah patung Bhairawa. Patung yang tertinggi di Museum Nasional ini (414 cm) adalahmanifestasi dari Dewa Lokeswara atau Awalokiteswara, yang adalahperwujudan Boddhisatwa (pancaran Buddha) di Bumi. Patung ini berbentuk laki-laki berdiri di atas mayat dan barisan tengkorak dan pun memegang cawan terbuat dari tengkorak di tangan kiri dan keris pendek bareng dengan style Arab di tangan kanannya. Diperkirakan, patung yang ditemukan di Padang Roco, Sumatra Barat ini berasal dari abad ke 13 – 14.

International Slavery Museum Saksi Bisu Perbudakan

International Slavery Museum | Saksi Bisu Perbudakan

Pada 1787, Quaker of Portsmouth membikin kampanye anti-perbudakan mereka sah dengan menyusun The Society for Effecting the Abolition of the Slave Trade, bergabung dengan para abolisionis terkemuka seperti William Wilberforce. Seperti terorganisirnya mereka dalam sistem aktivisme, seperti pembangkangan sipil, penelitian, dan pengumpulan bukti, sehingga mereka menjadi cetak biru bagi banyak organisasi pelobi serta pembuka situs judi slot terbaik dan terpercaya no 1 di masa depan.

International Slavery Museum Saksi Bisu Perbudakan

Salah satu perbuatan mereka yang paling tepat sasaran yaitu menugaskan gambaran kapal budak Liverpool the Brookes, dinamai berdasarkan pemiliknya, Joseph Brookes, dan mempresentasikannya terhadap bangsa dalam format poster, timbul di surat informasi, pamflet, buku, dan kedai kopi. Kengerian yang dijelaskan dengan pesat memastikan gambaran hal yang demikian sebagai komponen yang sungguh-sungguh berdampak dari kampanye anti-perbudakan kaum abolisionis.

Baca artikel lainnya: Madame Tussauds: Museum Lilin Yang Tersebar Di Banyak Negara!

Menjelang dekade 1800an, Jean Jacques yang adalah buah hati dari Heidel, merubah Habitation Haydel dari yang mulanya dipenuhi tanaman indigofera menjadi perkebunan tebu yang dilengkapi pabrik gula. Perkebunan itu tentu tidak sanggup diolah sendiri oleh Jean dan keluarganya. Mereka membeli budak asal Afrika yang dikala itu marak diperdagangkan. Jumlah budak yang berprofesi di perkebunan itu menempuh 350 orang dan jumlah itu terbesar dibandingi perkebunan lainnya di AS pada dikala itu.

Rekomendasi Museum Di Liverpool

Selama lebih dari 2.000 tahun member sbobet digital di bermacam-macam belahan dunia sudah memaksa sesama manusia menjadi budak. Antara sekitar 1500 dan 1900, orang Eropa secara paksa mengusir jutaan orang dari semua Afrika Barat dan Afrika Tengah Barat dan mengirim mereka melintasi Atlantik dalam situasi yang betul-betul kejam.

Merujuk pada orang Afrika yang diperbudak cuma sebagai ‘budak’ melucuti identitas mereka. Semisal, mereka yakni petani, pedagang, pendeta, tentara, trampil emas, dan musisi. Mereka yakni suami dan istri, ayah dan ibu, putra dan putri. Mereka dapat jadi Yoruba, Igbo, Akan atau Kongolese.

Para budak Eropa membubarkan mereka di semua Amerika untuk menjalani kehidupan yang terdegradasi dan brutal, tanpa memikirkan kehidupan pribadi mereka. Jutaan orang tewas dalam cara kerjanya. Alhasil, orang keturunan Afrika tersebar di semua Amerika dan Eropa Barat. Ini disebut Diaspora Afrika.

Fungsi Sebuah Museum Bagi Masyarakat

Fungsi Sebuah Museum Bagi Masyarakat

Melihat beberapa museum yang ada di sekitar bandar judi bola ini sering membuat kita bertanya apakah fungsi dari bangunan tersebut ? Dan, apakah cerita yang dihadirkan oleh museum tersebut perlu untuk dipelajari lebih dalam ? Jawaban nya tergantung dari kalian para pembaca. Namun, untuk kamu yang ingin tahu mengapa bisa ada teori dan juga kenyataan yang terjadi sekarang maka fungsi museum itu dapat kalian perhatikan dengan baik dalam tulisan ini.

Adanya sebuah kegunaan museum yang sangat berguna untuk para pembaca adalah pelajaran dan nilai sejarah yang tertanam disana. Kita ambil contoh salah satu museum judi internasional yang ada di Amerika Serikat. Disana, kamu dapat melihat banyak sekali sejarah judi online terpercaya yang menjadi salah satu daya tariknya. Dan tidak hanya itu, adapun sejarah mengenai cara daftar slot online dengan menggunakan kertas dan pensil pada tahun 1765 silam.

Fungsi Sebuah Museum Bagi Masyarakat

Sebagai Tempat Belajar Sejarah

Darimanakah asal mobil ? Dan bagaimana lampu pijar itu ditemukan ? Atau mengapa dahulu orang melakukan pembayaran dengan cara barter ? Itu semua dapat kamu temukan pada salah satu museum yang akan memberikan informasi sesuai dengan apa yang kamu cari. Misalnya, kamu ingin mengenal sejarah transportasi di Indoensia ? Maka kalian bisa mengunjungi Museum Transportasi yanga ada di Taman Mini Indonesia Indah. Dan kalau kamu ingin melihat beberapa jenis burung maka dapat menyaksikan nya secara langsung melalui Sangkar Raksasa yang berlokasi di tempat yang sama yakni TMII.

Membedakan Kemajuan Terdahulu Dengan Yang Sekarang

Kalau sekarang kita dapat menggunakan mobil, pesawat dan juga motor maka dulu kita sebenarnya hanya menggunakan kuda sebagai transportasinya. Serta, bila dahulu kita memakai lampu pijar maka sekarang sudah bisa memakai lampu Bohlam. Ini menjadikan kita untuk lebih tahu akan perbedaan kemajuan teknologi sekarang dengan yang terdahulu.

Mengenal Beberapa Hal Yang Pernah Populer di Waktu Lalu

Adanya alat yang dipakai, jenis kegiatan dan juga pekerjaan yang dilakukan oleh orang dulu merupakan salah satu fungsi museum bagi kita. Jadinya, kita lebih lagi paham dan mengenal apa saja sih yang ada dan menjadi trend di tahun tahun sebelum kita lahir. Contohnya adalah salah satu museum terpopuler di Jakarta yang menyediakan informasi serta berita mengenai perbankan di masa lalu yang berlokasi di Kota Tua.

Museum Bank Indonesia Kota Tua

Museum Bank Indonesia Kota Tua

Kali ini kita akan menuju pada salah satu museum yang cukup populer di Indonesia yakni Museum Bank Indonesia. Bila kita saat ini mengenal beberapa bank lokal yang tengah beredar luas, kemungkinan besar sejarahnya ada di Museum tersebut. Dan bangunan ini dibangun oleh salah satu pengusaha http://167.114.87.240/ ternama yang berasal dari belanda di jaman itu serta dibangun pertama kali pada tahun 1828.

Museum Bank Indonesia itu sendiri terletak di daerah Kota Tua, Jakarta Barat, Indonesia. Isi dari Bank Indonesia itu tidak lain berupa dokumen joker123 penting perbankan, cek dan giro kuno serta beberapa mata uang Indonesia yang habis dimakan jaman ( tidak laku lagi ).

Alamat dari tempat tersebut adalah Jl. Pintu Besar Utara No.3, Jakarta Barat ( Depan stasiun Beos Kota ). Dan mulai dibuka untuk keperluan umum dan perorangan pada tanggal 15 Desember 2006 oleh Gubernur Bank Indonesia.

Museum Bank Indonesia Kota Tua

Museum Bank Indonesia Sebagai Sarana Pembelajaran

Untuk kalian yang ingin mengetahui bagaimana sih awal mula bank itu diciptakan ? Serta, bagaimana mengatur keuangan nasabah dengan alat keuangan yang masih minim di jaman tersebut ? Jawaban nya bisa kalian temukan pada Bank Indonesia yang memiliki tiket masuk IDR 10.000 tersebut. Banyak juga beberapa murid sekolah dan beberapa turis asing yang datang di tempat tersebut sebagai tempat pembelajaran nya

Untuk kamu yang ingin berkunjung di tempat tersebut bisa datang setiap hari kecuali Senin dan hari libur nasional. Dan biasanya, ada jam jam istirahat tertentu berselang satu jam dari jam kunjungan orang orang.

Museum ini tidak lain berperan dalam menyajikan informasi sebagai tujuan dan tugas sebuah Bank Indonesia pada perjalanan sebuah sejarah bangsa yang dimulai sebelum datangnya etnis dan bangsa barat di Nusantara hingga pada tahun 1953 silam.

Museum ini juga menyimpan beberapa filmografi karayawan dan suasana Bank Indonesia pada jaman dahulu. Ada juga beberapa informasi seputar pertukaran uang pertama kali yang biasa kita sebut dengan barter. Dengan nuansa hitam putih dari film Bank Indonesia terdahulu akan membawa kamu pada suasana jaman dimana hanya diperbolehkan menggunakan sepatu kita memasuki sebuah bank.

Museum Bank Indonesia ini menjadi salah satu museum paling populer di kalangan masyarakat khususnya di Indonesia hingga kini. Maka tidak heran, apabila tiap tahun nya jumlah dari pengunjung di Bank Indonesia tersebut bisa mencapai sampai 5.150 orang.