Arsip Kategori: Uncategorized

The Otago Museum Selandia Baru Memiliki Artefak Antik Luar Biasa!

The Otago Museum ini terletak di pusat kota Dunedin, Selandia Baru. Itu bersebelahan bersama dengan Universitas Otago di Dunedin North, 1.500 meter timur laut berasal dari pusat kota yang juga dapat kamu temukan sebagai pusat akses bandar sbobet. Ini adalah salah satu hiburan utama kota dan mempunyai tidak benar satu koleksi museum terbesar di Selandia Baru. Spesimen pengetahuan alam dan artefak humaniora berasal dari Otago, Selandia Baru, dan dunia menjadi basic pameran galeri jangka panjang. Pusat sains interaktif dalam Museum termasuk lingkungan hutan hujan kupu-kupu tropis yang luas dan imersif.

Sejarah Awal The Otago Museum

Nama “Museum Otago” pertama kali digunakan oleh James Hector untuk mendefinisikan koleksi geologisnya yang dipamerkan pada Pameran Selandia Baru tahun 1865, yang diselenggarakan di Dunedin. Beberapa berasal dari koleksi ini adalah inti berasal dari Museum Otago, yang pertama kali diakses untuk umum pada 12 September 1868. Museum ini awalannya terletak di gedung Bursa Dunedin di Princes Street.

Ketika koleksinya menjadi bertambah, segera menjadi jelas bahwa diperlukan web yang lebih besar dan dibuat khusus; fondasinya di letakkan di situs Great King Street saat ini pada bulan Desember 1874. Pada bulan Agustus 1877, gedung baru diakses dan senantiasa menjadi bagian berasal dari Museum sampai saat ini. Pintu masuk asli ke Museum, bersama dengan pilar batu Oamaru bergaya Doric, jalan keluar di Great King Street.

Walaupun pintu masuk utamanya saat ini berasal dari Cagar Museum. Pengelolaan Museum diserahkan kepada Universitas Otago pada tahun 1877. Pengaturan ini berlangsung sampai tahun 1955 ketika struktur pemerintahan baru didirikan bersama dengan disahkannya Undang-Undang Badan Perwalian Museum Otago.

Koleksi Museum

 

Dalam pengetahuan pengetahuan alam, kepemilikan Museum di dalam spesimen serangga dan jenisnya benar-benar penting secara internasional, bersama dengan koleksi laba-laba terhitung spesimen berasal dari wilayah Pasifik yang lebih luas dan juga koleksi arakhnida yang representatif berasal dari semua dunia.

Berbeda dengan museum Pancasilla Sakti Jakarta yang berisikan berbagai sejarah kemerdekaan Indonesia, The Orego Museum ini mengoleksi berbagai jenis hewan. Spesimen invertebrata laut berjumlah 40.000-an, sedang 30.000 spesimen burung (termasuk sarang dan telur) dipegang. The moa koleksi adalah salah satu yang terbaik di dunia, bersama dengan dua berasal dari tiga telur moa lengkap di dunia digelar, Ettrick Telur dan Pertama Earnscleugh telur.

Dalam bidang humaniora, koleksi selanjutnya mempunyai kebolehan di dalam keseharian dan barang-barang seni berasal dari semua Mikronesia, Melanesia, Polinesia dan Australia, dan juga koleksi Māori taoka yang ekstensif. Dari semua dunia, koleksi etnografi yang luas termasuk koleksi penting seperti:

  • Senjata.
  • Busana besi bermata berasal dari India.
  • Koin kuno berasal dari dunia klasik.
  • Keramik Islam.
  • Pemberat emas Ashanti.

Museum ini terhitung mempunyai lebih kurang 150 tablet dan prasasti paku di dalam koleksinya, koleksi terbesar berasal dari jenisnya yang diketahui di belahan bumi selatan. Berbagai macam koleksi tembikar, perhiasan, kostum, barang pecah belah, jam, furnitur, perangko, senjata, kamera, dan perkakas batu terhitung dipegang.

Sejarah Pembangunan Museum Victoria Gallery Di Liverpool

Museum Victoria Gallery Di Liverpool adalah Galeri Seni dan Museum yang dipimpin oleh Universitas Liverpool di Liverpool, Merseyside, Inggris. VG & M terletak di gedung Victoria “Red Brick” 1892 Victoria. Bangunan ini dirancang oleh arsitek Victoria Alfred Waterhouse dan terdaftar di kelas II. Setelah pemulihan bangunan  biaya $ 8,6 juta, museum membuka pintunya pada 28 Mei 2008. Museum mengakomodasi koleksi seni dan Universitas Liverpool, yang disumbangkan dan dibuat oleh universitas.

Museum ini terbuka untuk umum dari Selasa hingga Sabtu setiap minggu dan tiket tiket gratis. Di lantai dasar ada kafe dengan betapa bersejarahnya museum geologi bandung dan toko. Di lantai pertama ada koleksi seni yang terdiri dari lukisan, patung, dan keramik. Artis yang diwakili termasuk Joseph Wright dari Derby, JMW Turner, Jacob Epstein, Lucian Freud, Elizabeth Frink dan John James Audubon. Serangkaian pameran khusus dilakukan. Juga di lantai ini adalah teater baca yang leggate di mana konferensi pendidikan diberikan.

Museum Victoria Gallery Di Liverpool Yang Mendunia

Museum Galeri dan Victoria saat ini ditutup, tetapi kami berharap dapat dibuka kembali kepada publik pada awal 2021. Sementara itu, konsultasikan pameran online kami dan kegiatan lain dan kami berharap untuk segera menerimanya. Meskipun kota Liverpool memperoleh ketenaran internasional karena dia menyaksikan kelahiran The Beatles, kota Inggris Metropolitan ini milik Merseyside County bukan hanya tujuan wisata yang menarik bagi penggemar band yang tahu bagaimana membentuk John Lennon, Paul McCartney.

George Harrison dan Ringo Starr, mereka juga bagi wisatawan yang mencari atraksi profil sejarah dan berbagai olahraga. Di kota ini terletak di sisi timur muara sungai Mersey dan menerima status kota pada tahun 1880, pengunjung situs sbobet asia memiliki kemungkinan untuk menghargai beberapa situs yang dinyatakan oleh UNESCO sebagai situs warisan dunia, berjalan melalui taman Safari Knowley yang indah.

Dia menyaksikan beberapa acara olahraga, menemukan sebuah bangunan bersejarah yang besar dan mengagumi lingkungan Dermaga Dock Albert. Katedral, Cavern Club, Goodison Park, Palace of Stock Exchange, House of City Hall, Pier Head dan Walker Museum adalah sedikit ruang untuk menghindari kehilangan turis selama tinggal di Liverpool yang fantastis.

Betapa Bersejarahnya Museum Geologi Bandung

Bangunan Bersejarah Museum Geologi Bandung miliki energi tarik para wisatawan lokal maupun mancanegara. Pemerintah mendirikan museum Geologi pada tanggal 16 Mei 1928 kemudian direnovasi bersama dengan bantuan berasal dari Jepang sehingga sekarang selamanya didalam keadaan baik sebagai area wisata anak di bandung yang recoemended untuk dikunjungi. Setelah direnovasi Museum Geologi mampu dikunjungi sehabis diakses ulang oleh Megawati Soekarno Putri tanggal 23 Agustus 2000.

Setelah mengalami renovasi, Museum Geologi diakses ulang dan diresmikan oleh Wakil Presiden RI, Megawati Soekarnoputri pada tanggal 23 Agustus 2000. Sebagai tidak benar satu monumen bersejarah, museum berada di bawah bantuan pemerintah dan merupakan peninggalan nasional. Dalam Museum ini, tersimpan dan dikelola materi-materi geologi yang berlimpah, seperti fosil, batuan, mineral. Kesemuanya itu dihimpun sepanjang kerja lapangan di Indonesia sejak 1850. Kondisi saat ini pun tidak jauh berbeda dengan Museum Fathahillah Jakarta yang juga ada sejak zaman penjajahan.

Sejarah Dari Museum Geologi, Bandung Sejak Zaman Penjajahan

Sebagai akibat berasal dari kekalahan pasukan Belanda berasal dari pasukan Jepang pada perang dunia II, keberadaan Dienst van den Mijnbouw berakhir. Letjen. H. Ter Poorten (Panglima Tentara Sekutu di Hindia Belanda) atas nama Pemerintah Kolonial Belanda menyerahkan kekuasaan teritorial Indonesia kepada Letjen. H. Imamura (Panglima Tentara Jepang) pada tahun 1942. Penyerahan itu dilakukan di Kalijati, Subang. Dengan masuknya tentara Jepang ke Indonesia, banyak warga Indonesia mengetahui bagaimana cara berjudi yang kini ada di daftar sbobet.

Gedung Geologisch Laboratorium berubah kepengurusannya dan diberi nama KOGYO ZIMUSHO. Setahun kemudian, berubah nama jadi CHISHITSU CHOSACHO. Selama masa pendudukan Jepang, pasukan Jepang edukatif dan melatih para pemuda Indonesia untuk menjadi: PETA (Pembela Tanah Air) dan HEIHO (pasukan pembantu bala tentara Jepang pada Perang Dunia II). Laporan hasil aktivitas pada masa itu tidak banyak yang ditemukan, dikarenakan banyak dokumen (termasuk laporan hasil penyelidikan) yang dibumihanguskan tatkala pasukan Jepang mengalami kekalahan di mana-mana pada awal tahun 1945.

Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, pengelolaan Museum Geologi berada dibawah Pusat Djawatan Tambang dan Geologi (PDTG/1945-1950). Pada tanggal 19 September 1945, pasukan sekutu pimpinan Amerika Serikat dan Inggris yang diboncengi oleh Netherlands Indiës Civil Administration (NICA) tiba di Indonesia. Mereka mendarat di Tanjungpriuk, Jakarta. Di Bandung, mereka berupaya menguasai ulang kantor PDTG yang sudah dikuasai oleh para pemerintah Indonesia. Tekanan yang dilancarkan oleh pasukan Belanda memaksa kantor PDTG dipindahkan ke Jl. Braga No. 3 dan No. 8, Bandung, pada tanggal 12 Desember 1945.

Madame Tussauds: Museum Lilin Yang Tersebar Di Banyak Negara!

Pada umumnya sebuah museum difungsikan sebagai tempat belajar sejarah, namun bagaimana kalau kalian menengok museum lilin yang ada di London, Inggris? Museum lilin kali ini akan menjadi pilihan pembahasan kita karena ternyata apa yang dipajang dan dipamerkan didalam museum tersebut benar-benar unik!

Kamu pernah berfoto dengan pemeran atau karakter pada sebuah film? Kalau belum cobalah pergi ke salah satu Museum Madame Tussauds yang sudah banyak tersebar di beberapa negara. Kamu bakal menemukan banyak karakter bahkan tokoh nyata ternama yang ada sejak zaman dulu. Seperti James Bond Agen 007 yang diceritakan suka berjudi di kasino mirip dengan penyediaan sbobet daftar ini bisa kalian temukan loh!

Sejarah Museum Madame Tussauds

Madame Tussauds merupakan sebuah museum lilin yang sangat unik dan pertama kali berdiri di London pada tahun 1835. Di tahun tersebut ada seorang pematung lilin bernama Marie Tussaud yang merupakan perantau dari Perancis. Marie Tussauds belajar membuat patung lilin dari pamannya yang merupakan ahli dalam pemodelan lilin bernama Curtius. Di tahun 1765 Marie berpindah ke Paris mengikuti pamannya yang membuat karya patung lilin dari nyonya Louis XV, Madame Du Barry. Patung tersebut merupakan patung tertua karya Marie yang terdapat di museum Madame Tussauds.

Mulai dari sana lah ia semakin mendalami ilmu membuat patung lilin dengan sang paman hingga akhirnya menjadi seniman dan membuat karya pertamanya di tahun 1777. Hingga sang paman menyerahkan seluruh karya patung lilin buatannya kepada keponakannya tersebut dirahun 1794 sebagai warisan kematiannya. Hingga akhirnya Marie memutuskan untuk melakukan tur pameran ke berbagai negara untuk memamerkan hasil karyanya pada dunia. Museum ini diteruskan secara berlanjut oleh para seniman lilin lainnya yang hingga kini masih melakukan tur dan juga membuka museum permanen di London.

Tur Madame Tussauds

Tur yang dilakukan oleh para seniman yang bekerja di Madame Tussauds hampir dilakukan setiap tahunnya dari negara ke negara lain. Indonesia pun pernah menjadi destinasi para seniman lilin dari Madame Tussauds loh. Dengan menampilkan tokoh-tokoh ternama yang ada di tiap negara serta tokoh dunia. Membuat tur ini begitu laris dikunjungi peminat patung lilin maupun penggemar dari tokoh-tokoh tersebut. Tau tidak, bahwa di Madame Tussauds Hong Kong bahkan ada patung lilin Soekarno, Jokowi, Agnez Mo, Anggun C Sasmi, dan Rudi Hartono! Beberapa tempat dari belahan dunia yang dijadikan cabang Madame Tussauds ini adalah:

  • Dubai
  • Belanda
  • China
  • Amerika Serikat
  • Inggris
  • India
  • Republik Ceko
  • Austria
  • Thailand
  • Singapura
  • Australia
  • Jepang

Museum Kriminal, Museum Dengan Segala Kejahatan Yang Terkumpul Dalam 1 Ruangan

Kalian pasti sudah paham akan arti dari kata Museum yang merupakan tempat penyimpanan beberapa peninggalan dunia untuk dijadikan pembelajaran. Museum pada umumnya berisikan tentang sesuatu yang dapat dipamerkan, entah hasil penemuan fosil? atau ada juga Museum yang dijadikan sebuah tempat unutk pameran karya yang begitu indah, demi mengapresiasikan seni seseorang. liverpoolmuseums bakal membantu anda mengetahui seluruh museum yang ada di Dunia ini.

Namun apa jadinya kalau Museum yang kalian temui adalah museum kriminal? Semua hal yang berbau dengan kriminal diletakkan di sebuah museum untuk dipamerkan. Mulai dari catatan kejahatan penjahat terhebat pada beberapa masa yang lalu, sampai alat-alat yang digunakan para pihak kepolisian untuk menangkap para pelaku kriminal.

Sejarah Crime Museum

Crime Museum berada di New Scotland Yard, yang dikumpulkan oleh kantor pusat Metrpolitan Police Service di London, Inggris. Museum ini tadiknya berdiri secara tidak resmi pada tahun 1874 hingga beberapa tahun setelahnya dengan nama Black Museum (Museum Hitam). Dengan menggunakan barang-barang milik tahanan yang dikumpulkan, untuk sengaja dikoleksi dan dipamerkan. Tujuan utamanya untuk para polisi yang baru saja masuk, sehingga mereka bisa mempelajari bagaimana para penjahat bisa menggunakan berbagai macam benda untuk melancarkan tindakannya.

Orang yang mendirikan Museum Kriminal ini tidak lain adalah seorang inspektur kepolisian bernama Neame dengan tujuan seperti yang sudah dijelaskan tadi. Pembelajaran untuk para polisi agar cepat tangkap ketika harus mengobservasi tempat kejadian perkara atau saat menemukan bukti. Museum ini pertama kali dibuka pada tanggal 12 April dengan secara tidak resmi. Karena pemngumpulan barang tersebut juga tidaklah dilakukan sesuai prosedur pembuatan Museum. Kalau menurut kalian museum ini tidak menarik, maka kalian salah. Pasalnya para pengunjung yang lebih sering datang ke Museum pelatihan kepolisian ini rata-rata adalah pejabat-pejabat tinggi yang dikabarkan oleh situs judi slot online terbaru.

Kasus Yang Di Pamerkan

Seiring berjalannya waktu Museum yang tadinya digunakan untuk pelatihan ini semakin sering mendapat pengunjung. Museum ini juga semakin teratur di rawat dan dirapihkan oleh para pihak kepolisian setempat. Museum ini juga memamerkan beberapa kasus kasus ternama, berikut ini adalah beberapa kasus yang dipamerkan pada Crime Museum:

  • Udham Singh. Kasus penembakan yang dilakukan Michael O’Wdyer yang merupakan mantan Wakil Gubernur India Britania kepada seorang pemuda revolusioner bernama Udham Singh
  • Ruth Ellis. Seorang gadis yang telah membunuh kekasihnya dan merupakan tersangka terakhir di Inggris yang menerima hukuman mati.
  • Dennis Nilsen. Seorang serial killer yang telah membunuh sebanyak 15 pemuda, aksi pembunuhannya dilakukan bersama dengan istrinya.