Sejarah Pembangunan Museum Victoria Gallery Di Liverpool

Museum Victoria Gallery Di Liverpool adalah Galeri Seni dan Museum yang dipimpin oleh Universitas Liverpool di Liverpool, Merseyside, Inggris. VG & M terletak di gedung Victoria “Red Brick” 1892 Victoria. Bangunan ini dirancang oleh arsitek Victoria Alfred Waterhouse dan terdaftar di kelas II. Setelah pemulihan bangunan  biaya $ 8,6 juta, museum membuka pintunya pada 28 Mei 2008. Museum mengakomodasi koleksi seni dan Universitas Liverpool, yang disumbangkan dan dibuat oleh universitas.

Museum ini terbuka untuk umum dari Selasa hingga Sabtu setiap minggu dan tiket tiket gratis. Di lantai dasar ada kafe dengan betapa bersejarahnya museum geologi bandung dan toko. Di lantai pertama ada koleksi seni yang terdiri dari lukisan, patung, dan keramik. Artis yang diwakili termasuk Joseph Wright dari Derby, JMW Turner, Jacob Epstein, Lucian Freud, Elizabeth Frink dan John James Audubon. Serangkaian pameran khusus dilakukan. Juga di lantai ini adalah teater baca yang leggate di mana konferensi pendidikan diberikan.

Museum Victoria Gallery Di Liverpool Yang Mendunia

Museum Galeri dan Victoria saat ini ditutup, tetapi kami berharap dapat dibuka kembali kepada publik pada awal 2021. Sementara itu, konsultasikan pameran online kami dan kegiatan lain dan kami berharap untuk segera menerimanya. Meskipun kota Liverpool memperoleh ketenaran internasional karena dia menyaksikan kelahiran The Beatles, kota Inggris Metropolitan ini milik Merseyside County bukan hanya tujuan wisata yang menarik bagi penggemar band yang tahu bagaimana membentuk John Lennon, Paul McCartney.

George Harrison dan Ringo Starr, mereka juga bagi wisatawan yang mencari atraksi profil sejarah dan berbagai olahraga. Di kota ini terletak di sisi timur muara sungai Mersey dan menerima status kota pada tahun 1880, pengunjung situs sbobet asia memiliki kemungkinan untuk menghargai beberapa situs yang dinyatakan oleh UNESCO sebagai situs warisan dunia, berjalan melalui taman Safari Knowley yang indah.

Dia menyaksikan beberapa acara olahraga, menemukan sebuah bangunan bersejarah yang besar dan mengagumi lingkungan Dermaga Dock Albert. Katedral, Cavern Club, Goodison Park, Palace of Stock Exchange, House of City Hall, Pier Head dan Walker Museum adalah sedikit ruang untuk menghindari kehilangan turis selama tinggal di Liverpool yang fantastis.

Betapa Bersejarahnya Museum Geologi Bandung

Bangunan Bersejarah Museum Geologi Bandung miliki energi tarik para wisatawan lokal maupun mancanegara. Pemerintah mendirikan museum Geologi pada tanggal 16 Mei 1928 kemudian direnovasi bersama dengan bantuan berasal dari Jepang sehingga sekarang selamanya didalam keadaan baik sebagai area wisata anak di bandung yang recoemended untuk dikunjungi. Setelah direnovasi Museum Geologi mampu dikunjungi sehabis diakses ulang oleh Megawati Soekarno Putri tanggal 23 Agustus 2000.

Setelah mengalami renovasi, Museum Geologi diakses ulang dan diresmikan oleh Wakil Presiden RI, Megawati Soekarnoputri pada tanggal 23 Agustus 2000. Sebagai tidak benar satu monumen bersejarah, museum berada di bawah bantuan pemerintah dan merupakan peninggalan nasional. Dalam Museum ini, tersimpan dan dikelola materi-materi geologi yang berlimpah, seperti fosil, batuan, mineral. Kesemuanya itu dihimpun sepanjang kerja lapangan di Indonesia sejak 1850. Kondisi saat ini pun tidak jauh berbeda dengan Museum Fathahillah Jakarta yang juga ada sejak zaman penjajahan.

Sejarah Dari Museum Geologi, Bandung Sejak Zaman Penjajahan

Sebagai akibat berasal dari kekalahan pasukan Belanda berasal dari pasukan Jepang pada perang dunia II, keberadaan Dienst van den Mijnbouw berakhir. Letjen. H. Ter Poorten (Panglima Tentara Sekutu di Hindia Belanda) atas nama Pemerintah Kolonial Belanda menyerahkan kekuasaan teritorial Indonesia kepada Letjen. H. Imamura (Panglima Tentara Jepang) pada tahun 1942. Penyerahan itu dilakukan di Kalijati, Subang. Dengan masuknya tentara Jepang ke Indonesia, banyak warga Indonesia mengetahui bagaimana cara berjudi yang kini ada di daftar sbobet.

Gedung Geologisch Laboratorium berubah kepengurusannya dan diberi nama KOGYO ZIMUSHO. Setahun kemudian, berubah nama jadi CHISHITSU CHOSACHO. Selama masa pendudukan Jepang, pasukan Jepang edukatif dan melatih para pemuda Indonesia untuk menjadi: PETA (Pembela Tanah Air) dan HEIHO (pasukan pembantu bala tentara Jepang pada Perang Dunia II). Laporan hasil aktivitas pada masa itu tidak banyak yang ditemukan, dikarenakan banyak dokumen (termasuk laporan hasil penyelidikan) yang dibumihanguskan tatkala pasukan Jepang mengalami kekalahan di mana-mana pada awal tahun 1945.

Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, pengelolaan Museum Geologi berada dibawah Pusat Djawatan Tambang dan Geologi (PDTG/1945-1950). Pada tanggal 19 September 1945, pasukan sekutu pimpinan Amerika Serikat dan Inggris yang diboncengi oleh Netherlands Indiës Civil Administration (NICA) tiba di Indonesia. Mereka mendarat di Tanjungpriuk, Jakarta. Di Bandung, mereka berupaya menguasai ulang kantor PDTG yang sudah dikuasai oleh para pemerintah Indonesia. Tekanan yang dilancarkan oleh pasukan Belanda memaksa kantor PDTG dipindahkan ke Jl. Braga No. 3 dan No. 8, Bandung, pada tanggal 12 Desember 1945.

Mengungkap Sejarah Museum Fatahillah Indonesia

Sejarah Museum Fatahillah – Jakarta sebagai ibukota Republik Indonesia telah menyimpan sejarah cerita yang sangat panjang, bahkan untuk masa prasejarah. Kita masih bisa belajar kisah ini dan menikmati sejauh ini di Museum Fatahillah, yang terletak di Museum Nasional Indonesia daerah kota tua, atau tepatnya di Jalan Taman Fatahillah No. 2, Jakarta Barat. Di sini Anda dapat menavigasi melalui berbagai peninggalan bersejarah kota Jakarta sejak waktu prasejarah, Apogee dari pelabuhan Sunda Kelapa, era pekerjaan, hingga momen setelah kemerdekaan.

Mengungkap Sejarah Museum Fatahillah Indonesia

Bangunan museum yang saat ini berdiri awalnya merupakan balai kota (Stadhuis) diresmikan oleh Gubernur Jenderal Abraham van Riebeeck pada 1710. Pembangunan gedung ini sendiri telah dimulai di era Gubernur Jenderal Jan Pieterson Coen, pada tahun 1620. Status Bumi Jakarta adalah labil yang membuat bangunan yang jatuh, jadi ada beberapa upaya restorasi untuk peresmian beberapa kali.

Di masa depan, bangunan ini telah mengalami fungsi transisi beberapa kali. Bangunan telah diselesaikan, antara lain, sebagai Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Occidental (1925-1942), Kantor Kompilasi Logistik Dai Nippon (1942-1945), Komando Militer Kota / Kodim Hefasters 0503 Jakarta Barat (1952-1968).

Sejarah Museum Fatahillah | Saksi Bisu Pembantaian

Pada tanggal 27 April 1626, Gubernur Jenderal Pieter de Carpentier (1623-1627) memutuskan untuk membangun gedung balai kota baru dan kemudian direnovasi pada 25 Januari 1707 selama pemerintahan Gubernur Jenderal Joan Van Hoorn dan akhirnya diperpanjang pada 10 Juli. 1710 Di gubernur masa depan Jenderal Abraham van Riebeeck.

Sejarah Museum Fatahillah Saksi Bisu Pembantaian

Selain menjadi balai kota, bangunan ini juga berfungsi sebagai daftar sbobet login Indonesia, kantor pendaftaran sipil, di mana penduduk menyukai hari Minggu dan Dewan Kota (College Van Scheppen). Pada tahun 1925-1942, bangunan ini juga digunakan sebagai kantor pemerintah provinsi Jawa Occidental dan pada tahun 1942-1945 yang digunakan untuk pengumpulan logistik Dai Nippon Office. Pada tahun 1952 itu digunakan sebagai markas militer kota (KMK), yang kemudian menjadi Kodim 0503 Jakarta Barat. Setelah itu, pada tahun 1968, bangunan itu dikirim ke pemerintah daerah DKI Jakarta dan kemudian digunakan sebagai museum pada tahun 1974.

Untuk perkembangannya, Bangunan Balai Kota dimulai pada 1620, yaitu, pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal, Jan Pieterson Coen. Sebelum meresmikannya sepenuhnya, museum ini mengalami proses restorasi selama beberapa kali. Setelah diresmikan, bangunan yang dapat bertemu di daerah Kota Tua juga memiliki beberapa perubahan dan fungsi transfer.

Museum Nasional Indonesia

Museum Nasional Indonesia

Cikal bisa museum ini bermunculan tahun 1778, tepatnya tanggal 24 April, pada kala pembentukan Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen. J.C.M. Radermacher, ketua perkumpulan, menyumbang suatu perjudian terbesar yang memberikan fasilitas daftar sbobet terpercaya ! Dan berada di gedung yang berlokasi di Jalan Kalibesar beserta bareng dengan koleksi kitab dan benda-benda kebiasaan yang nanti jadi basic guna pendirian museum.

Sejarah Museum Nasional

Museum Nasional Indonesia

Pada masa pemerintahan Inggris (1811-1816), Sir Thomas Stamford Raffles yang tergolong adalahdirektur dari Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen menyuruh pembangunan gedung baru yang terletak di Jalan Majapahit No. 3. Gedung ini dipakai tidak lain adalah museum sebagai saksi sejarah paling fenomenal dan ruang pertemuan guna Literary Society (dahulu mempunyai nama “Societeit de Harmonie”.) Lokasi gedung ini ketika ini jadi anggota dari perumahan Sekretariat Negara.

Pada tahun 1862, sehabis koleksi mengisi museum di Jalan Majapahit, pemerintah Hindia Belanda menegakkan gedung yang sampai kini tetap ditempati. Gedung museum ini dimulai untuk umum pada tahun 1868.

Setelah kebebasan Indonesia, Lembaga Kebudayaan Indonesia yang mengelola memberikan museum tersebut untuk pemerintah Republik Indonesia, tepatnya pada tanggal 17 September 1962. Sejak tersebut pengelolaan museum dibayar oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan, di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Mulai tahun 2005, Museum Nasional sedang di bawah pengelolaan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata sehubungan bareng dengan dipindahnya Direktorat Jenderal Kebudayaan ke lingkungan kementerian tersebut.

Museum Gajah Yang Menjadi Alternatif Museum Sejarah

Museum Gajah tidak sedikit mengoleksi benda-benda kuno dari semua Nusantara. Antara beda yang tergolong koleksi ialah arca-arca kuno, prasasti, benda-benda kuno lainnya dan dagangan kerajinan. Koleksi-koleksi itu dikategorisasikan ke didalam etnografi, perunggu, prasejarah, keramik, tekstil, numismatik, relik sejarah, kitab langka dan benda berharga.

Catatan di website Museum Nasional Republik Indonesia pada tahun 2001 tunjukkan bahwa koleksi telah capai 109.342 buah. Jumlah koleksi itulah yang merangsang museum ini dikenal sebagai yang terlengkap di Indonesia. Pada tahun 2006 kuantitas koleksi museum telah melebihi 140.000 buah, meskipun melulu sepertiganya yang mampu ditunjukkan kepada khalayak.

Sebelum gedung Perpustakaan Nasional RI yang terletak di Jalan Salemba No. 27, Jakarta Pusat didirikan, koleksi Museum Gajah termasuk mencakup naskah-naskah skrip kuno. Naskah-naskah itu dan koleksi perpustakaan Museum Gajah lainnya kini ditabung di Perpustakaan Nasional.

Sumber koleksi tidak sedikit berasal dari ekskavasi arkeologis, hibah tukang koleksi sejak masa Hindia Belanda dan pembelian. Koleksi keramik dan koleksi etnografi Indonesia di museum ini lumayan lengkap.

Koleksi yang menarik ialah patung Bhairawa. Patung yang tertinggi di Museum Nasional ini (414 cm) adalahmanifestasi dari Dewa Lokeswara atau Awalokiteswara, yang adalahperwujudan Boddhisatwa (pancaran Buddha) di Bumi. Patung ini berbentuk laki-laki berdiri di atas mayat dan barisan tengkorak dan pun memegang cawan terbuat dari tengkorak di tangan kiri dan keris pendek bareng dengan style Arab di tangan kanannya. Diperkirakan, patung yang ditemukan di Padang Roco, Sumatra Barat ini berasal dari abad ke 13 – 14.

International Slavery Museum Saksi Bisu Perbudakan

International Slavery Museum | Saksi Bisu Perbudakan

Pada 1787, Quaker of Portsmouth membikin kampanye anti-perbudakan mereka sah dengan menyusun The Society for Effecting the Abolition of the Slave Trade, bergabung dengan para abolisionis terkemuka seperti William Wilberforce. Seperti terorganisirnya mereka dalam sistem aktivisme, seperti pembangkangan sipil, penelitian, dan pengumpulan bukti, sehingga mereka menjadi cetak biru bagi banyak organisasi pelobi di masa depan.

International Slavery Museum Saksi Bisu Perbudakan

Salah satu perbuatan mereka yang paling tepat sasaran yaitu menugaskan gambaran kapal budak Liverpool the Brookes, dinamai berdasarkan pemiliknya, Joseph Brookes, dan mempresentasikannya terhadap bangsa dalam format poster, timbul di surat informasi, pamflet, buku, dan kedai kopi. Kengerian yang dijelaskan dengan pesat memastikan gambaran hal yang demikian sebagai komponen yang sungguh-sungguh berdampak dari kampanye anti-perbudakan kaum abolisionis.

Baca artikel lainnya: Madame Tussauds: Museum Lilin Yang Tersebar Di Banyak Negara!

Menjelang dekade 1800an, Jean Jacques yang adalah buah hati dari Heidel, merubah Habitation Haydel dari yang mulanya dipenuhi tanaman indigofera menjadi perkebunan tebu yang dilengkapi pabrik gula. Perkebunan itu tentu tidak sanggup diolah sendiri oleh Jean dan keluarganya. Mereka membeli budak asal Afrika yang dikala itu marak diperdagangkan. Jumlah budak yang berprofesi di perkebunan itu menempuh 350 orang dan jumlah itu terbesar dibandingi perkebunan lainnya di AS pada dikala itu.

Rekomendasi Museum Di Liverpool

Selama lebih dari 2.000 tahun member sbobet digital di bermacam-macam belahan dunia sudah memaksa sesama manusia menjadi budak. Antara sekitar 1500 dan 1900, orang Eropa secara paksa mengusir jutaan orang dari semua Afrika Barat dan Afrika Tengah Barat dan mengirim mereka melintasi Atlantik dalam situasi yang betul-betul kejam.

Merujuk pada orang Afrika yang diperbudak cuma sebagai ‘budak’ melucuti identitas mereka. Semisal, mereka yakni petani, pedagang, pendeta, tentara, trampil emas, dan musisi. Mereka yakni suami dan istri, ayah dan ibu, putra dan putri. Mereka dapat jadi Yoruba, Igbo, Akan atau Kongolese.

Para budak Eropa membubarkan mereka di semua Amerika untuk menjalani kehidupan yang terdegradasi dan brutal, tanpa memikirkan kehidupan pribadi mereka. Jutaan orang tewas dalam cara kerjanya. Alhasil, orang keturunan Afrika tersebar di semua Amerika dan Eropa Barat. Ini disebut Diaspora Afrika.

Madame Tussauds: Museum Lilin Yang Tersebar Di Banyak Negara!

Pada umumnya sebuah museum difungsikan sebagai tempat belajar sejarah, namun bagaimana kalau kalian menengok museum lilin yang ada di London, Inggris? Museum lilin kali ini akan menjadi pilihan pembahasan kita karena ternyata apa yang dipajang dan dipamerkan didalam museum tersebut benar-benar unik!

Kamu pernah berfoto dengan pemeran atau karakter pada sebuah film? Kalau belum cobalah pergi ke salah satu Museum Madame Tussauds yang sudah banyak tersebar di beberapa negara. Kamu bakal menemukan banyak karakter bahkan tokoh nyata ternama yang ada sejak zaman dulu. Seperti James Bond Agen 007 yang diceritakan suka berjudi di kasino mirip dengan penyediaan sbobet daftar ini bisa kalian temukan loh!

Sejarah Museum Madame Tussauds

Madame Tussauds merupakan sebuah museum lilin yang sangat unik dan pertama kali berdiri di London pada tahun 1835. Di tahun tersebut ada seorang pematung lilin bernama Marie Tussaud yang merupakan perantau dari Perancis. Marie Tussauds belajar membuat patung lilin dari pamannya yang merupakan ahli dalam pemodelan lilin bernama Curtius. Di tahun 1765 Marie berpindah ke Paris mengikuti pamannya yang membuat karya patung lilin dari nyonya Louis XV, Madame Du Barry. Patung tersebut merupakan patung tertua karya Marie yang terdapat di museum Madame Tussauds.

Mulai dari sana lah ia semakin mendalami ilmu membuat patung lilin dengan sang paman hingga akhirnya menjadi seniman dan membuat karya pertamanya di tahun 1777. Hingga sang paman menyerahkan seluruh karya patung lilin buatannya kepada keponakannya tersebut dirahun 1794 sebagai warisan kematiannya. Hingga akhirnya Marie memutuskan untuk melakukan tur pameran ke berbagai negara untuk memamerkan hasil karyanya pada dunia. Museum ini diteruskan secara berlanjut oleh para seniman lilin lainnya yang hingga kini masih melakukan tur dan juga membuka museum permanen di London.

Tur Madame Tussauds

Tur yang dilakukan oleh para seniman yang bekerja di Madame Tussauds hampir dilakukan setiap tahunnya dari negara ke negara lain. Indonesia pun pernah menjadi destinasi para seniman lilin dari Madame Tussauds loh. Dengan menampilkan tokoh-tokoh ternama yang ada di tiap negara serta tokoh dunia. Membuat tur ini begitu laris dikunjungi peminat patung lilin maupun penggemar dari tokoh-tokoh tersebut. Tau tidak, bahwa di Madame Tussauds Hong Kong bahkan ada patung lilin Soekarno, Jokowi, Agnez Mo, Anggun C Sasmi, dan Rudi Hartono! Beberapa tempat dari belahan dunia yang dijadikan cabang Madame Tussauds ini adalah:

  • Dubai
  • Belanda
  • China
  • Amerika Serikat
  • Inggris
  • India
  • Republik Ceko
  • Austria
  • Thailand
  • Singapura
  • Australia
  • Jepang
Fungsi Sebuah Museum Bagi Masyarakat

Fungsi Sebuah Museum Bagi Masyarakat

Melihat beberapa museum yang ada di sekitar kita ini sering membuat kita bertanya apakah fungsi dari bangunan tersebut ? Dan, apakah cerita yang dihadirkan oleh museum tersebut perlu untuk dipelajari lebih dalam ? Jawaban nya tergantung dari kalian para pembaca. Namun, untuk kamu yang ingin tahu mengapa bisa ada teori dan juga kenyataan yang terjadi sekarang maka fungsi museum itu dapat kalian perhatikan dengan baik dalam tulisan ini.

Adanya sebuah kegunaan museum yang sangat berguna untuk para pembaca adalah pelajaran dan nilai sejarah yang tertanam disana. Kita ambil contoh salah satu museum judi internasional yang ada di Amerika Serikat. Disana, kamu dapat melihat banyak sekali sejarah judi online terpercaya yang menjadi salah satu daya tariknya. Dan tidak hanya itu, adapun sejarah mengenai cara daftar slot online dengan menggunakan kertas dan pensil pada tahun 1765 silam.

Fungsi Sebuah Museum Bagi Masyarakat

Sebagai Tempat Belajar Sejarah

Darimanakah asal mobil ? Dan bagaimana lampu pijar itu ditemukan ? Atau mengapa dahulu orang melakukan pembayaran dengan cara barter ? Itu semua dapat kamu temukan pada salah satu museum yang akan memberikan informasi sesuai dengan apa yang kamu cari. Misalnya, kamu ingin mengenal sejarah transportasi di Indoensia ? Maka kalian bisa mengunjungi Museum Transportasi yanga ada di Taman Mini Indonesia Indah. Dan kalau kamu ingin melihat beberapa jenis burung maka dapat menyaksikan nya secara langsung melalui Sangkar Raksasa yang berlokasi di tempat yang sama yakni TMII.

Membedakan Kemajuan Terdahulu Dengan Yang Sekarang

Kalau sekarang kita dapat menggunakan mobil, pesawat dan juga motor maka dulu kita sebenarnya hanya menggunakan kuda sebagai transportasinya. Serta, bila dahulu kita memakai lampu pijar maka sekarang sudah bisa memakai lampu Bohlam. Ini menjadikan kita untuk lebih tahu akan perbedaan kemajuan teknologi sekarang dengan yang terdahulu.

Mengenal Beberapa Hal Yang Pernah Populer di Waktu Lalu

Adanya alat yang dipakai, jenis kegiatan dan juga pekerjaan yang dilakukan oleh orang dulu merupakan salah satu fungsi museum bagi kita. Jadinya, kita lebih lagi paham dan mengenal apa saja sih yang ada dan menjadi trend di tahun tahun sebelum kita lahir. Contohnya adalah salah satu museum terpopuler di Jakarta yang menyediakan informasi serta berita mengenai perbankan di masa lalu yang berlokasi di Kota Tua.

Museum Bank Indonesia Kota Tua

Museum Bank Indonesia Kota Tua

Kali ini kita akan menuju pada salah satu museum yang cukup populer di Indonesia yakni Museum Bank Indonesia. Bila kita saat ini mengenal beberapa bank lokal yang tengah beredar luas, kemungkinan besar sejarahnya ada di Museum tersebut. Dan bangunan ini dibangun oleh salah satu pengusaha http://167.114.87.240/ ternama yang berasal dari belanda di jaman itu serta dibangun pertama kali pada tahun 1828.

Museum Bank Indonesia itu sendiri terletak di daerah Kota Tua, Jakarta Barat, Indonesia. Isi dari Bank Indonesia itu tidak lain berupa dokumen penting perbankan, cek dan giro kuno serta beberapa mata uang Indonesia yang habis dimakan jaman ( tidak laku lagi ).

Alamat dari tempat tersebut adalah Jl. Pintu Besar Utara No.3, Jakarta Barat ( Depan stasiun Beos Kota ). Dan mulai dibuka untuk keperluan umum dan perorangan pada tanggal 15 Desember 2006 oleh Gubernur Bank Indonesia.

Museum Bank Indonesia Kota Tua

Museum Bank Indonesia Sebagai Sarana Pembelajaran

Untuk kalian yang ingin mengetahui bagaimana sih awal mula bank itu diciptakan ? Serta, bagaimana mengatur keuangan nasabah dengan alat keuangan yang masih minim di jaman tersebut ? Jawaban nya bisa kalian temukan pada Bank Indonesia yang memiliki tiket masuk IDR 10.000 tersebut. Banyak juga beberapa murid sekolah dan beberapa turis asing yang datang di tempat tersebut sebagai tempat pembelajaran nya

Untuk kamu yang ingin berkunjung di tempat tersebut bisa datang setiap hari kecuali Senin dan hari libur nasional. Dan biasanya, ada jam jam istirahat tertentu berselang satu jam dari jam kunjungan orang orang.

Museum ini tidak lain berperan dalam menyajikan informasi sebagai tujuan dan tugas sebuah Bank Indonesia pada perjalanan sebuah sejarah bangsa yang dimulai sebelum datangnya etnis dan bangsa barat di Nusantara hingga pada tahun 1953 silam.

Museum ini juga menyimpan beberapa filmografi karayawan dan suasana Bank Indonesia pada jaman dahulu. Ada juga beberapa informasi seputar pertukaran uang pertama kali yang biasa kita sebut dengan barter. Dengan nuansa hitam putih dari film Bank Indonesia terdahulu akan membawa kamu pada suasana jaman dimana hanya diperbolehkan menggunakan sepatu kita memasuki sebuah bank.

Museum Bank Indonesia ini menjadi salah satu museum paling populer di kalangan masyarakat khususnya di Indonesia hingga kini. Maka tidak heran, apabila tiap tahun nya jumlah dari pengunjung di Bank Indonesia tersebut bisa mencapai sampai 5.150 orang.